Friends come and go but best friends stay forever, pepatah sama dapat diaplikasikan pada keberadaan pembantu rumah tangga. Idul Fitri lalu, Ani Annabellawaty secara resmi melepaskan pekerjaannya sebagai PRT di kediaman saya. Memang sedih, tapi suatu kejutan menanti---Sulaesih
yjds. Lessy Satelit mantan PRT saya yang memiliki performa dan etos kerja tinggi kembali.
Masakan gosong, suara nyaring, sinetron kelas rendah, semua hilang diganti kenikmatan bertinggal di rumah yang hebat, memang too good to be true. ibunda Lessy di Sukabumi jatuh sakit. Sebagai seorang anak berbakti, Lessy pulang merawat ibunya dan tak pernah kembali. Dia bekerja di pabrik sekarang.
Lessy diganti dengan Waty Wasurenaide, PRT berumur 30-an berdomisili dekat rumah saya. Karena dia memilih untuk kerja pulang pergi dan keluarga saya butuh komitmen lebih, dia kami lepas.
Waty Wasurenaide diganti dengan Salma Salsabilla, asli Lampung seperti Ani Annabellawaty. Perbedaannya adalah Salma transmigran Sunda, dan Ani transmigran Jawa. Salma sempat meminta pulang karena tidak betah, tapi tidak jadi karena satu dan lain hal. Sampai sekarang performa kerja Salma saya
rate 71%.

-oO*^_^*Oo-
Sekali saya dan teman-teman naik taksi yang disarankan untuk tidak dicoba (merk Sosialita---samaran) dengan supir yang tampak menyeramkan. Perawakannya besar, botak di depan, sangar, seperti aktor film Jepang Takeshi Kitano yang berperan sebagai guru sadis di film Battle Royale. Di perjalanan, ia bertanya "Maaf, adik dari SMA
Jessica (sekolah saya---samaran) ya?". Saya menjawab "
Iya" dengan takut karena kasus penculikan siswa SMA yang membuat kami harus saling membunuh. "Ada temannya di SMA Jess dari SMP
Melissa (samaran)?" tanyanya lagi. "Tidak", kataku. "Dulu itu SMP saya... Hikhikhikhik" balasnya dengan tawa seperti burung perkutut manggut-manggut dengan tenggorokan terkikis biji buni. "Teman saya banyak dari SMP Mel yang melanjutkan studi ke SMA Jess!" tapi itu 20 tahun yang lalu. Suasana mencair dan perbincangan terus bergulir sampai kami tiba di tujuan.
Kami turun dari taksi diiringi doa
semoga sukses dari pak supir, tapi taksi itu malah parkir dekat keberadaan kami. Apakah dia mau memata-mataiku? Apakah dia ingin nomor teleponku? Atau akun
fisbuk-ku? Pak supir keluar taksi dan mengarah ke masjid. Kami lega, berapriori dia ingin beribadah dan mendoakan kami lebih lanjut. Saat kami ikuti, ternyata pak supir menghampiri toko pulsa di sebelah masjid. Ternyata dia mengisi pulsa untuk melanjutkan layanan SMS premium REG
AKTRIS favoritnya.
Bersambung...
Gambar dari Google
Labels: Kisah Nyata