Tuesday, April 28, 2009
Charmed & Strange

"Akting Mega dalam sinetron Tersanjung terlihat nyaris sempurna. Kemampuannya menghayati peran sedih sangat luar biasa. Adegan menangisnya sungguh sempurna. Tidak kelihatan kalau yang dilakukannya itu cuma menangis bohong-bohongan." - Pontianak Post

Apakah Anda menghabiskan masa-masa awal abad 21 dengan menonton sinetron Tersanjung yang bisa memiliki 6 musim dengan masing-masing lebih dari seratus episode? Jika iya, Anda tentu ingat dengan Indah. Anak dari pemeran utama (diperankan Lulu Tobing) yang suka menangis dan muntah darah. Pihak yang bertanggung jawab dari sandiwara tangisan-yang-tidak-kelihatan-bohong-bohongan diatas adalah si pemain, Rr. Mega Utami. Jika Anda penonton setia, tentunya ingat dengan pipinya yang dalam dan matanya yang gembul. Indah yang diperankan Mega kecil terkadang menjadi bahan guyonan saat disekolah padahal saya tidak mengetahui bagaimana kabarnya sekarang sampai kemarin. Saya tanpa sengaja menemukan brosur salah satu bimbingan tes perguruan tinggi dan pada bagian testimoninya terpampang,

RR. Mega Utami F. KEDOKTERAN - UI
"90 (sebut saja nama bimbingan tesnya begitu) bener-bener luar biasa!! Dengan jadwal yang telah diatur saya jadi termotivasi untuk belajar sepanjang waktu, ditambah
refreshing yang tepat guna, saya jadi semangat belaajr terus akhirnya saya diterima di Fak. Kedokteran UI. Bergabung dengan 90 adalah langkah yang paling tepat yang pernah saya ambil."

Tentunya langkah kedua paling tepat setelah tidak bisa sandiwara menangis agar dapat boneka Barbie.

Oh betapa cepat waktu terbang, dahulu dia cuma anak kecil yang menyebalkan dan sekarang dia calon dokter dengan rambut di-rebonding. Dari wawancara pada link diatas, pada tahun 2003-pun Mega sudah ingin menjadi dokter. Semangat ya Mega! Jangan pernah menyerah mengejar cita-citamu.

"Ayah meninggal akibat penyakit jantung. Saya mau tahu penyebabnya," - Rr. Mega Utami

Labels: ,

Friday, April 24, 2009
Confessions on a Dance Floor

1. Sandi lama akun saya adalah 250694.
2. Sandi baru adalah rahasia.
3. Saya tidak begitu hebat dalam menyunting foto.

Gambar comot dari GettyImages

Labels:

Sunday, April 19, 2009
Naïve

Dalam hidup ini, ada orang-orang yang disebut naif. Ada mereka yang naif karena selalu percaya pada orang lain. Ada seorang teman di kelas saya yang dapat disebut naif. Sebut saja namanya si Naif

Si Naif (U) : Eh pinjam alat pemutar mp3, mp4, yang ada permainannya, stopwatch, dan lainnya keluaran perusahaan yang beralamat di 1 Infinite Loop (maksudnya iPod) mu dong!
Saya (S) : Oh iya ini (menyerahkan iPod yang layarnya sedang rusak)
U : Lah ini kok layarnya begini? (belum tahu bahwa layarnya sedang rusak)
S : U! Kenapa ini layarnya kok begini sih?! Lo apain? (pura-pura tidak tahu, bermaksud nakal untuk mengerjai U)
U : Gak tau... Tiba-tiba kayak gini! Masih bisa denger musik gak yah? (memasangkan earphone di kuping dan memilih salah satu lagu)
S : Coba deh... Bisa gak?
U : Bisa... Tapi ada suara nit nit nya...
S : Hah masa sih?! (panik karena sebenarnya iPod-nya masih bisa mengeluarkan suara dengan baik, hanya layarnya yang rusak; lalu melihat iPod)... Orang lo denger lagu Björk... (lega)

Lalu saya memegang iPod tersebut untuk mengerjai U lebih lanjut
S : Coba gue pegang ya.. Auw aduh duh kok nyetrum sih?! (berpura-pura)
U : Hah nyetrum? Coba deh kaki lo jangan nyentuh lantai biar gak nyetrum... (serius menasihati)
S : Oh iya ya... Nggak nyetrum lagi...

Saya berhenti mempermainkan si Naif karena merasa bersalah. Lalu saya menerangkan pada si Naif bahwa sikap saya tadi hanya sandiwara serta layar iPod sudah rusak dari beberapa hari yang lalu. Si Naif sempat tidak mengerti niat iseng saya tapi akhirnya memaafkan saya.

Beberapa hari kemudian saya berusaha membenarkan iPod di kantornya. Kata mbak-mbak di kantornya, "aduuuh... Kalau masalah layar seperti ini kami tidak bisa benarin... Karena disebabkan oleh hyumen erher jadi Eippel tidak bisa mengklaim untuk bla bla bla. In thdis kaeys garansi nggak garansi tetap gak bisa dibenerin. Sebaiknya sih mending belli yang barrhou saja..."

Belli yang barrhou udelmu.

Mereka yang naif sayangnya sering dizalimi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kepercayaan yang mereka miliki dipergunakan dengan salah. Untungnya Tuhan mahaadil, mereka yang dizalimi doanya pasti dikabulkan. Maka dari itu kawan, jangan pernah bermain-main dengan orang yang naif. Walaupun mereka posesif, atau punya mobil balap yang disertai televisi. Let's go!

Labels: ,

Wednesday, April 15, 2009
Shit Song

Oh tidak! Alat pemutar mp3, mp4, yang ada permainannya, stopwatch, dan lainnya keluaran perusahaan yang beralamat di 1 Infinite Loop (maksudnya iPod)-ku layar dalamnya tiba-tiba rusak! Ada garis-garis dan 3 lubang hitam virtual besar yang dikelilingi efek terbakar berwarna oranye-ungu dan pada salah satu lubang ada seperti retakan. Lubang hitam tersebut mengingatkan saya pada artikel yang saya baca kemarin di internet bahwa operasi kutil (Verruca) akan meninggalkan lubang pada lokasi kutil dan nantinya akan tumbuh lagi kulit dan dagingnya seperti biasa (tetapi ada beberapa kasus dimana kutil tumbuh lagi).


Padahal umurnya belum sampai satu tahun. Syukurlah masih bisa memainkan lagu


Dinamakan Alejándra dari Alejandra Guzmán ratu musik rock latin, mungkin namanya harus saya ganti menjadi 3 Lubang atau Lub3ang, ratu musik pop Indonesia.


Dan saya sudah menentukan jurusan yang diisi di isian bimbingan belajar, saya memilih impian masa kecil.

Semoga lubang-lubang di layar iPod saya dapat menghilang seperti lubang pasca operasi kutil yang juga menghilang.

Foto pertama adalah foto kutil yang disensor. Siapa bilang kutil gak bisa ngeg4ol?

Labels: , ,

Sunday, April 12, 2009
Holier-than-Thou

Ceritanya saya baru membeli formulir bimbingan belajar untuk ujian saat kelas XII; sebentar lagi saya (semoga) naik kelas XII. Banyak sekali yah pilihan bimbel, jujur saja memilih bimbingan belajar jauh lebih memusingkan dan ribet daripada memilih studi perguruan tinggi. Di formulir bimbingan belajar tersebut ada isian jurusan yang akan dipilih saat perguruan tinggi.

Untuk kebaikan neraka! Saya baru kelas XI! Hidup jadi mirip proses defekasi (bahasa kasarnya eek) manusia yang suka makan bayam tapi tidak rutin dan plin plan, cepat, kadang lancar, kadang berbatu, kadang keras, kadang lembut, kadang merah, kadang kuning. Intinya hidup itu (rasanya) cepat.

Sebenarnya saya sudah memiliki pilihan, tetapi pilihan semacam memilih jurusan kuliah itu menentukan hidup Anda. Ya, seperti memilih istri. Jadi saya ingin pilihan itu benar dan sempurna, benar-benar benar dan sempurna. Keyakinan saya goyah.

Apakah saya akan tetap memilih jurusan yang menjadi childhood sweetheart, lahan pekerjaan yang sudah saya dambakan sejak umur 5 tahun? Atau mungkin saya sudah bosan dan ingin memilih ladang lain? Saya bingung dan terjebak dalam simetri fikir Anda!

O the monotheistic Abrahamic god! The one who formed the holy land and helped the children of Israel from barbaric Egyptian fetish, the lord of the kids of Philistine, help me. Me, your sinned, dirty slave, asking for your guidance to escape from the long dark tunnel. Aid me to light, your blessed holy light. Only ye who could answer my prayers. Amen!

Frasa italik diatas dibantu oleh sang Songko dan saya tidak berkeinginan memilih jurusan sastra Inggris lama.
Untungnya saya tidak sebingung Marsinah yang memiliki begitu banyak pilihan diatas piring berlapis emas dan bisa langsung dipilih. Hihihi maaf ya namamu kusebut-sebut terus! Gambar pinjam dari Wikipedia.org

Labels: ,

Wednesday, April 8, 2009
Only God Knows Why



Beberapa hari lalu saya tertidur saat jam pelajaran di sekolah dengan posisi kepala menghadap kanan karena kantuk luar biasa. Pada saat itu guru yang bersangkutan sedang tidak ada. Teman sebangku saya membangunkan karena ada guru lain masuk kelas
Teman sebangku (T) : Bangun, bangun! Ada pak XX!
Saya (S) : Ah uh hah...?!

Tès! Rongga mulut saya dilepas kontrol otak, tiba-tiba dengan sendirinya bibir membuka dan secara tidak sadar setetes saliva turun. Celakanya seorang teman, Inayah (nama samaran) menyadarinya.
Inayah (I) : Haaaah iiih jorok lo iiiih hahahahahaha iiiiih!
S : Masyaallah astaghfirullah hal adzim, ini seharusnya tidak terjadi! Lo tau kan ini bukan takdirku! Ini ketidaksengajaan! Ya Allah... Semoga kejadian ini tidak mengubah pertemanan kita! Sesungguhnya Allah mahaadil!
I : (masih tertawa, berharap untuk sementara tadi tidak menyaksikan kekhilafan bawah sadar saya sekaligus mensyukurinya; Pak XX keluar kelas)
S : Huh! Ini semua salah lo Teman sebangku! Ngapain bangunin ih kan pak XX baik dan toleran!
T : Aduh maaf... Tadi gue cuma mau ngasih tau kalau si Marsinah (murid lain yang duduk disebelah kiri; nama samaran) dapat sertifikat ini dan itu...

Si Marsinah memang terkenal dengan paras seindah Dian Sastrowardoyo (yang punya blog itu lho), otak seencer Habibie, kepedulian terhadap bumi seantusias Al Gore, suara bak Waldjinah (yang jadi iklan 5 a sec), cita-cita sebesar Yupiter (bukan artis), dan masih banyak kelebihannya.

Setelah dipikir-pikir, beruntunglah saya tadi. Alhamdulillah terima kasih ya Allah! Saya tidur menghadap kanan dimana hanya ada Inayah yang baik dan teman-temannya yang waktu itu sedang sibuk bersama. Bukan ke arah kiri yang ada Marsinah yang suatu saat nanti menjadi "cita-cita anak-anak balita"* dan anggota kelas lain yang mayoritas duduk disebelah kiri saya. Syukurlah hanya seorang teman yang mengetahuinya (sebelum post ini ditulis). Sesungguhnya Allah mahaadil!

*Anda tidak mengerti? Jika Anda mengalami masa balita mungkin dulu suka berkata "Aku ingin menjadi Suharto, aku ingin menjadi Suprijo, aku ingin jadi Sukiyem" dll. Suatu saat nanti saya yakin balita akan berkata "aku ingin menjadi Mar51n4h!"

Labels: ,

Saturday, April 4, 2009
Hair
Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke Pasar Mayestik untuk membeli keperluan dekorasi stand kelas saya di bazar budaya yang diadakan sekolah. Sebelumnya tidak pernah pergi belanja benar-benar sendiri, alasan itu membuat saya cemas sedikit takut.

Rencana awalnya beberapa orang dari kelas kami akan bersinggah ke Pasar Sunan Giri yang terletak di Rawamangun, tetapi karena yang ikut sedikit rencana batal. Alasan lain adalah lokasi Rawamangun jauh dari lokasi tempat kematian kucing kecil (karena terjatuh) di got dibelakang rumah sedalam 5 meter yang dulu juga pernah menjadi lokasi jatuhnya seragam batik saya. Maksudnya jauh dari tempat dimana saya paling tidak berharap untuk mengakhiri hidup. Untuk yang masih pusing (terpaksa saya tulis) lokasi yang saya maksud adalah rumah saya.

Karena takut sudah tutup, sedatangnya di Pasar Mayestik saya bergegas menuju toko yang disarankan oleh ibunda yang memiliki nama berbau Minang. Saya bertanya pada seorang pramuniaga,
Saya (S) : Mas mau beli kain daikon (lupa nama kainnya)
Pramuniaga (M) : Apa?
S : Taikon (sambil mengingat)
M : Hah?
S : Haikon! (akhirnya teringat)
M : Oh ini kainnya tersedia dalam banyak warna...

Sambil menunjukkan kain, kemeja atasnya tersingkap dan saya melihat dia memiliki rambut dada seperti Rhoma Irama. Sejujurnya saya kaget, saya tidak pernah tahu pria ras Asia (kecuali dari Timur Tengah) ditumbuhi oleh rambut-rambut halus di sepanjang dada. Rasa kaget yang saya alami saat menemukan fakta ini sama dengan rasa kaget yang saya alami saat menemukan fakta bahwa wanita remaja/dewasa memiliki rambut di daerah ketiak.

Saya memesan kain sepanjang 2 meter dan selebar 1,15 meter dengan beragam warna dan jumlah.
M :Eh meteran teh mana deui? (Bertanya pada sesama pramuniaga)
S : ... (Saya menyimpulkan dia orang Sunda dan hanya orang Sunda memiliki rambut dada)
M : Duo meter guntiang ado dimana do?
S : ... (Saya menyimpulkan dia orang Padang dan hanya orang Padang memiliki rambut dada)
M : Apa mau kain yang ini saja harganya 11,000 tapi lebih tebal? (Bertanya pada sesama pramuniaga)
S : ... (Saya menyimpulkan dia orang dan orang memiliki rambut dada)
M : Dek?
S : ... Oh iya iya...

Belanja selesai, teman-teman yang batal ke Pasar Sunan Giri akhirnya jadi. Jika saja saya ikut mereka ke pasar tersebut saya tidak akan belanja sendiri sambil dilihat ibu-ibu Dharma Wanita dan pengajian. Tetapi mungkin juga saya akan melewatkan fakta menarik tentang rambut vellus manusia. Sayangnya dekorasi stand untuk bazar tidak seindah yang kelas kami harapkan.

Labels: ,