Rabu 11 Februari 2009PagiUntukmu buku harian.
Esok aku akan mengalami ujian Fisika. Seperti biasa aku tak memperhatikan pelajaran di sekolah karena bosan dan ngantuk. Tiba-tiba
oknum S memanggilku dari belakang "(masukkan namaku) pinjam
alat pemutar mp3, mp4, yang ada permainannya, stopwatch, dan lainnya keluaran perusahaan yang beralamat di 1 Infinite Loop, dong!". Aku meminjamkannya.
SiangUntukmu buku harian.
Aku menjalani siang yang biasa saja.
SoreUntukmu buku harian.
Aku sudah pulang, mulai belajar Fisika. Kuambil pensil dari tempat pensil, dan DUAR! Aku kaget! Dimana
alat pemutar mp3, mp4, yang ada permainannya, stopwatch, dan lainnya keluaran perusahaan yang beralamat di 1 Infinite Loop-ku yang biasa bertengger di dalam tempat pensil?! Hilang?! Aku mencari kesana kemari, tetap tidak menemukannya. Bagaimana ini bisa terjadi?! Oh tidak! Semangat belajarku meredup, perlahan hilang.
Aku mengeteks kepada
oknum S "Ok(num S)!
Alat pemutar mp3, mp4, yang ada permainannya, stopwatch, dan lainnya keluaran perusahaan yang beralamat di 1 Infinite Loop-ku (berikutnya akan disingkat menjadi
iPod) masih di kamu
nggak?". Dia membalas "Nggak kok! Sudah saya kembalikan!", tidak persis seperti itu tetapi mirip isinya. Aku balas, "Kamu ingat tidak, aku taruh dimana?" "Lupa... Tapi udah saya kembalikan kok!". Aku ketakutan, aku mengeteks teman sebangku
oknum S, oknum M. "Ingatkah kamu kemana aku menaruh
iPod-ku?", M membalas "di
oknum N...
Oknum S tadi tanpa sadar memberi
iPod-mu kepada
oknum N". Aku lega dan pusing,
oknum yang terlibat banyak betul!
MalamUntukmu buku harian.
Aku menelpon
oknum N, barangku selamat di tangannya. Aku memberi tahu
oknum S, dan sujud syukur.
Oknum S juga akan sujud syukur, tetapi ia sedang didalam bus
. Mungkin penumpang lain akan mengira dia sedang berlindung dari gempa bumi.
Fuh buku harian, aku sudah mengalami hari yang melelahkan. Tidur dulu ya, sampai jumpa.
...
Sial aku lupa belajar Fisika.
Labels: Kebodohan Karma, Kisah Nyata