Hari ini nggak berbeda dengan hari pertama sekolah pada semester lain, macet, sedikit kangen teman, pelajaran, atau kuliner kantin. Yang membuat
berbeda adalah dimajukannya jam masuk sekolah. Dimajukannya jam sekolah, menurut saya, harus diimbangi dengan dimajukannya jam tidur untuk mendapatkan manfaat tidur yang maksimal. Ternyata saya salah.
Tidur saya kurang lelap. Menuju tempat tidur jam 10 kurang 15 malam, siuman selama 2 jam, tertidur 5 jam, bangun lagi.
Kegiatan tidur saya sebelum pemajuan jam masuk sekolah diterapkan, juga tidak berhasil baik. Di sekolah tetap lelah, penyerapan ilmu tidak efektif. Dulu saya pernah tidur jam 11, bangun jam 5, saat bangun terasa
fully charged . Rohnya kerasa
ada dan
hidup. Terkadang saya tidur jam 9, bangun jam 6 kurang, rohnya terasa masih leye-leye, poci-poci, jungkat-jungkit, dan ekspresi kata ulang lainnya. Pola tidur memang
random.
Kegiatan sekolah hari ini tidak jauh berbeda. Transfer ilmunya kurang ngena, seperti biasa karena rasa bosan dan capai yang menjulang. Ketidakefektifan istirahat, saya akui menjadi alasan utama.
Malam ini saya akan tidur (lagi). Sisi pesimis berkata
paling tidak efektif lagi, sisi optimis
ngeles "akan ada perubahan". Semoga tidur nanti akan lebih bermanfaat, mengefek pada kegiatan belajar yang lebih bermanfaat. Hari esok harus lebih baik dari hari ini bukan?
Selamat tidur.
Labels: Kisah Nyata