Tuesday, December 30, 2008
Yagga Yo
Hey bitches me is back.

Kurang lebih dua tahun sudah saya lewati menuangkan pandangan dalam bentuk tulisan di blog ini. Saya ingat cerita pendek bodoh semasa SMP mengawali blog ini; sudah dihapus karena keinginan urat malu.

Hampir satu tahun setelah menulis post awal tahun 2008 yang kurang lebih juga bodoh. Sejak kapan ada kerajaan waktu? Kalau kata Homer Simpson, d'oh! Terbersit di otak saya keinginan untuk mengulang semuanya kembali, tetapi si hati menolak. Blog ini dapat menjadi catatan kebodohan saya yang penuh kenangan dan akan dikenang di masa tua kelak.

Insyaallah, besok adalah awal tahun 2009 menurut kalender Gregoria. Insyaallah saya tambah tua sampai memasuki masa tua, agar dapat mengenang blog masa adolesen. Kualitas tulisan saya, insyaallah, tambah baik.

Maafkan segala hal yang telah terbuat di tahun ini. Semoga tahun depan lebih baik, untuk saya, untuk kita semua, di dunia nyata maupun maya. Eww, sounds so geek.

Semoga pada masa tua saya jadi pintar sehingga menganggap tulisan ini juga bodoh.

Labels:

Sunday, December 14, 2008
Mbak Dunia
Sabtu tanggal 13, mata terbelalak ke layar televisi. Seratus sembilan wanita berjejer mewakili negara masing-masing, Miss World 2008 sedang ditayangkan di salah-satu-saluran-televisi-swasta-nasional langsung dari Johannesburg, Afrika Selatan. Australia, Brazil, Jepang, Kazakhstan, melintasi panggung, hingga akhirnya Zimbabwe.

Seorang wanita menarik perhatian saya, si Rusia. Rambut pirang elok dengan mata biru yang seolah memberontak dengan anggun dari kurungan eyeshadow yang tebal. Bibir penuh, dagu lembut, dan gigi putih berjejer rapi, serupa sedikit Jennifer Hawkins. Badan tinggi dengan kaki jenjang dibalut kulit cerah yang tidak pucat dibalut lagi dengan kain ungu nan aduhai. Siapapun rela belajar bahasa Rusia selama 4 tahun jungkir balik demi memperistri Ksenia Sukhinova, nama yang indah.

Sayangnya penayangan Miss World 2008 di
salah-satu-saluran-televisi-swasta-nasional, penuh gangguan yang menyebalkan. Komentator di salah-satu-saluran-televisi-swasta-nasional yang suka menyela seenaknya dengan komentar-komentar tidak penting, pemegang titel Miss Indonesia 2007; tadinya kesukaan saya sekarang menjadi barang lama; mengomentari dengan menceritakan masa lalunya di kontes kecantikan yang sama pada tahun lalu, yang juga tidak penting bikin gedek. Gangguan terakhir adalah saluran-televisi-swasta-nasional nya memotong adegan-adegan dengan iklan dan komentator yang unjuk gigi. Saya mau menonton kontes kecantikan dengan juri-juri profesional tanpa interupsi yang tidak perlu, bukan komentar sana komentar sini yang meniban suara pembawa acara aslinya.

Saya kesal dan langsung mematikan televisi, melewatkan momen kemenangan Ksenia.

Labels: , ,

Friday, December 12, 2008
Taks dan Sus
Terbersit keinginan untuk men-sushi di Poké Sushi yang katanya halal, karena kemarin saya membaca reviewnya dan terdengar nikmat. Rencananya mau nebeng Torik, tapi apadaya ternyata dia menggunakan taksi (akhirnya nebeng taksi).

Saya mengajak Arien, tetapi ia menolak. Giginya bolong, tak kuat mengunyah nasi.
Saya mengajak Adrian, tetapi ia tak membalas. Mungkin Chinese upbringing-nya yang menolak. Jepang pernah menjajah Negeri Panda.

Selagi menunggu taksi Torik untuk datang, banyak taksi lain berlalu. Hanya ada 5 perusahaan taksi yang saya percaya. Taksi Bl*e Bird, di posisi pertama dengan alasan yang sepertinya semua orang sudah tahu, taksi Expres* di posisi kedua karena tarif murah dan saya belum pernah baca berita pemerkosaan nenek-nenek di taksi merk tersebut. Di posisi ketiga adalah taksi Gam*a karena pecahan dari taksi Bl*e Bird. Di posisi keempat taksi Pu*ra. Ada cerita menarik dibelakang taksi Pu*ra. Dahulu saya berkunjung ke rumah teman, dan berencana pulang naik taksi. Teman menyarankan taksi Pu*ra yang sering dipesan ayahnya, setuju. Taksi datang dan bertanya dengan ramah "Nganterin temannya anak pak Syamsul Bahri ya?". Langsung mengira bahwa jika terjadi apa-apa pada saya, katakan"Saya temannya anak pak Syamsul Bahri!" nyawa bisa selamat. Terakhir adalah Koper*si Taksi. Secara penampilan memang mencurigakan tetapi, saat kecil, nenek sering mengajak jalan-jalan menggunakan taksi ini. Saya jadi percaya.

Saya menunggu selama 30 menit. Tiba-tiba taksi dengan nomor CD3760 lewat, saya teriak-teriak karena itu taksi yang dipesan Torik. Tapi taksi biru itu tandas begitu saja. "Aduh gimana nih?!" pikir dengan cemas. Ternyata taksi pesanan Torik bernomor CD3067; saya salah baca.

Mengenai Poké Sushi, sushi fusionnya sangat menggoyang lidah. Pertama kami memilih fasilitas All You Can Eat (dengan syarat harus habis) seharga Rp85.000,00 per orang dan memesan Crunchy Dragon Roll, Half Baked Dynamite, Dharmawangsa Roll, Salmon Maki sama dua lagi lupa, ditemani Ocha dingin yang tidak gratis. Crunchy... rasanya gurih, manis, dan krenyes. Sushi yang dibalut nori dan belut yang lembut ini sekilas mirip dengan Crispy Roll nya Sushi Tei. Perbedaannya, belut di Crispy... digoreng tepung dan terletak didalam roll. Selanjutnya saya icip Half Baked..., roll dengan omelette plus sambal diatasnya. Rasanya serasa makan nasi dan omelet. Enak sekali. Dharmawangsa... adalah roll dengan scallops, yang tadinya saya kira keju. Enak. Salmon maki-nya biasa saja. Pelayannya ramah, tempatnya cosy walau kecil.

Akhirnya pensushian selesai, kami pulang dengan kenyang dan terpuaskan. Suatu saat nanti saya pasti akan kembali ke Poké Sushi.

Labels: ,

Friday, December 5, 2008
Gigit
Kini saya mencoba untuk mereview setelah lama absen.

Pertama film yang lagi di atas angin, Twilight. Hmm.. untuk beberapa alasan film ini mengingatkan saya dengan Ayat Ayat Cinta. Chemistry antara tokoh protagonisnya terjalin dengan alami, mengingatkan saya dengan film Macaulay Culkin tahun '90an My Girl. Karakterisasinya cukup kuat, alurnya mengalir dengan baik, musik yang dramatis-tapi-bagus, ada adegan-adegan agak pointless, endingnya kurang greget, sedikit menggantung (sebagai ciri-ciri akan ada sekuel), dan yang paling saya benci adalah angle 45 derajatnya (uh!). Hal yang paling saya sukai adalah bagaimana kejadian-kejadian yang diperkirakan klimaks, ternyata masih "belum" seolah-olah naik roller coaster mau turun tiba-tiba diam tanpa rem mendadak. Tiga bintang

Kedua, Lily Allen mengeluarkan video baru dari album terbarunya; berjudul The Fear. Penembang pop-ska ini hijrah ke aliran pop-elektronik. Allen dan lagunya terdengar lebih dewasa dan gadis. Bagi pendengar lama jangan kecewa, lirik menggelitik satir dan aksen mockney Allen tetap hadir menemani anda. Saya yakin album It's Not Me, It's You dapat meledakkan awal 2009.
Tiga tiga perempat bintang

Labels: