"Selamat Siang, saya xxx dari AMEX apa ini bapak Simson Damanik?"
Itu bukan kali pertama seseorang mencoba-menelpon-Simson-Damanik-tapi-karena-kuasa-Tuhan-nomor-saya-yang-tersambung. Saya jawab
"Bukan, saya bukan Simson Damanik" dengan ramah. "Ah begitu ya, begini pak ..." tanya seorang wanita di telepon yang kira kira berumur 20an "Thito" "Kami dari AMEX ingin menawarkan zzz dan zzz bunga zzz, apa zzz bapak sedang zzz ...lam perjalana zzz?" tawarnya dengan kurang jelas, karena mesin sepeda motor yang menderu keras. "Iya" "Bisa tolong zzz pi s zzz ...ntar?" "Apa?" "Bisa tolong menepi zzz ...bentar? "Bisa, tapi saya masih pelajar"
Bukan jawaban terbaik yang bisa saya beri, namun cukup efektif. Mbak xxx langsung meminta maaf, berterimakasih dan menutup telepon.
Sebelumnya saya pernah disalahsambung BNI. Berkali-kali. Padahal sudah saya konfirmasi "Anda salah sambung". Nomor telepon salah satu SMP swasta juga pernah mampir di daftar received call ponsel saya.
Aneh memang. Kalau hanya satu-dua kali saja masih wajar. Penyebabnya kalau bukan salah pencet, pak Simson salah kasih nomor, pembaca nomor memiliki rabun, adalah Simson Damanik merupakan alter-ego nenek saya (karena nomor ini dulu nomor beliau).
Penyebab terakhir tidak mungkin.
Kepada bapak Simson Damanik yang merasa tidak diundang untuk pertemuan orang tua murid, tidak ditawari kartu kredit, pemilik nomor ponsel berpenyelenggara Telkomsel dengan prefiks 0811, dan merasa kurang beruntung, jika Anda membaca post ini, saya mohon revisilah nomor ponsel Anda yang sudah diberi kepada lembaga-lembaga yang akhir-akhir ini tidak memberi kabar tentang sesuatu yang menyangkut Anda, karena ini demi kebaikan kita berdua. Terimakasih
Saya dilarang memelihara binatang di rumah kecuali burung dan ikan. Begitu kata ibu.
Beliau jijik dan alergi terhadap binatang seperti kucing atau anjing. Maka dari itu saya tidak pernah memelihara binatang di rumah saya sejak 6 tahun lalu, sejak pindah rumah. Sebenarnya saya pernah memelihara kelinci; karena mungkin ibu saya tidak tega melihat saya bergeliat-geliat seperti kerasukan roh kelinci; karena menginginkan kelinci; karena di keluarga besar saya sedang trend memelihara kelinci. Setelah 1 minggu kelinci itu mati karena dengan bodohnya, saya beri makan dia pur burung. Mengikuti perkataan supir saudara, "Coba deh kasih makan pur burung. Kelinci saya langsung gemuk, sehat!". Saya juga pernah memelihara kucing tanpa persetujuan ibu, saya berpesan kepada ayah untuk menangkap seekor kucing di daerah flat nya. Saat ayah saya pulang, ibu saya marah-marah dan meminta kucing tersebut diusir atau beliau akan menginap dirumah ibunya yang jaraknya dekat dari rumah saya. Kucing hitam itu terusir.
Sekarang, kucing itu sudah beranak-pinak dan menjadi piaraan tetangga saya. Terhitung sudah 2 kali kucing hitam itu melahirkan. Kelahiran pertama kalau tidak salah 3 anak dan kelahiran kedua 4 anak. Keduanya dengan pasangan yang sama, seekor kucing putih kampung. Kucing hitam ini memiliki banyak cara untuk menyambung hidupnya dan keluarganya dari serangan kelaparan. Disamping diberi makan oleh majikannya, dia suka mencuri. Dari begitu banyak usaha yang ia lakukan, sejauh yang saya tahu 2 kali sukses. Pernah ia menyelinap dari jendela, pernah pula saat keluarga saya pulang jalan-jalan tiba-tiba kucing itu turun dari tangga. Ketika saya dengar kesuksesannya yang pertama; mencuri ikan dari dapur, langsung kesal. Kala ia datang, pukulan yang meleset dan makian menyambutnya. Kesuksesannya yang kedua adalah mencuri udang. Tentunya kekesalan saya menambah dan sudah terlintas rencana-rencana jahanam untuk membinasakan kucing laknat itu.
Malam ini; karena pembantu tidak berminat untuk datang kembali, saya kedapatan jatah membuang sampah ke pembuangan sementara (atau bak sampah). Kucing tersebut sedang berbagi cinta. Bukan pada kucing putih yang sama sialannya, tapi dengan 2 anak kucing baru lahir.
Rencana jahanam berganti dengan sebuah senyum yang agak kecut.
This blog is made by Prathito Andy Wisambodhi. Some rights are reserved. Yes, it is Dana International on the background and Stefania Fernandez with Dayana Mendoza and some random guy on the banner.
Pictures are from Wikipedia.org, Google.com, or other links mentioned at certain posts
The Template is generated via PsycHo and is Licensed.