
Kamar mandi utama rumah saya baru selesai direnovasi. Semasa renovasi, saat kebelet harus berlari ke kamar mandi lantai atas yang letaknya persis di atas kamar mandi utama. Kalau tidak cepat, nasi keburu menjadi bubur yang tumpah di jalan. Saat ada di atas jamban, sering terasa getaran halus karena aktivitas bor di langit-langit kamar mandi utama. Beberapa hari setelah pengerjaan kamar mandi utama selesai, sekitar 20-an ubin di depannya
'meledak' (setidaknya menurut kesaksian PRT Ani Annabellawaty). "Iya to.. tadi lantainya bunyi
krikik krikik... terus papa langsung keluar rumah buat ngelihat apa ada kerusakan diluar, tapi nggak ada apa-apa... Terus papa masuk lagi terus
duarr tiba-tiba lantainya meledak..." tuturnya berlebihan. Biarlah, mereka yang
lebay pasti dapat akibatnya.
Beberapa hari setelah ledakan, saya dan teman-teman pergi menyantap
sushi (lemper Jepang) sambil berbincang-bincang dan bercerita. Topik kami saat itu adalah copet dan angkutan umum. Ada teman yang punya teman, mengejar copet saat di kereta api sampai loncat jendela (padahal dia seorang perempuan). Ada yang mengejar dompetnya yang tertinggal di bis dengan truk pemadam kebakaran (padahal dia juga seorang perempuan). Ada juga yang mengumpat copetnya habis-habisan (juga perempuan; perempuan benar-benar
setrong!).
Satu cerita teman yang paling menarik hati adalah, seorang teman punya teman (sebut saja
Mustika) yang pada saat itu sedang membawa dua tas dalam perjalanannya menuju arisan. Tiba-tiba seorang copet datang dan menyerbu satu tas yang ia jinjing. Tas yang kecurian tidak berisi harta mahal, tetapi konsumsi untuk peserta arisan. Lemper.
Jika Mustika adalah remaja ber-Hermés dan pencurinya pirang emosional. Model disensor.
Jika Mustika adalah ibu-ibu bugis dan pencurinya pirang emosional ber-Nissan. Slogan tetap sama.Dua hari kemudian tanggal 17 Agustus yang bertepatan dengan HUT RI, saya dan tim mewawancarai
Mesty Ariotedjo untuk artikel
Alumni Corner di majalah sekolah. Walaupun saat perjalanan hujan rintik-rintik, semangat kami tidak padam. Kak Mesty adalah salah satu wanita tercantik se
kota busway kita Jakarta yang pernah saya salami. Selain cantik, kak Mesty adalah pribadi yang ramah dan cakap bermain harpa. Ingin tahu lebih jauh? Beli saja majalah SMA Negeri 8, Takitri terbit September 2009. (
Hujan semakin deras)
Untuk merayakan hari kemerdekaannya, mbak Ani dan PRT lain dari rumah nenek saya berwisata ke Kebun Binatang Ragunan untuk mencari wangsit dari moyang. Mereka kehujanan.
Miss Universe semakin dekat!Foto oleh google.com, wikimedia.org, dan T. DanumayaLabels: Kisah Nyata, Penempatan Produk, Selebriti Sosialita